Papuan Women Call for Resistance Against Oppression and National Strategic Projects (PSN)
Di tengah-tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi dan pembangunan di Papua, suara-suara perlawanan dari kalangan perempuan Papua mulai terdengar lebih keras. Mereka menyerukan perlawanan terhadap penindasan dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dianggap akan membahayakan kehidupan dan lingkungan mereka. Hal ini terungkap dalam sebuah forum cerdas bebas yang diselenggarakan oleh Aliansi Selamatkan Tanah Air (SETARA) di Jayapura, Papua. Dalam acara tersebut, perwakilan perempuan Papua menyampaikan keberatan mereka terhadap perluasan investasi skala besar, militerisasi, dan eksploitasi sumber daya alam Papua.
Latar Belakang Perlawanan
Perlawanan yang diserukan oleh perempuan Papua ini bukanlah tanpa alasan. Mereka khawatir bahwa proyek-proyek strategis nasional yang akan diterapkan di Papua hanya akan membawa keuntungan bagi pemerintah dan korporasi, sementara rakyat Papua sendiri akan tetap miskin dan terpinggirkan. Selain itu, mereka juga khawatir bahwa proyek-proyek tersebut akan merusak lingkungan dan mengancam kehidupan mereka. Perempuan Papua telah lama menjadi korban penindasan dan kekerasan, baik oleh pemerintah maupun oleh korporasi yang beroperasi di Papua. Mereka telah kehilangan tanah, hutan, dan sumber daya alam mereka, dan sekarang mereka takut bahwa proyek-proyek strategis nasional hanya akan memperburuk keadaan.
Forum Cerdas Bebas SETARA
Forum cerdas bebas yang diselenggarakan oleh SETARA merupakan salah satu upaya perempuan Papua untuk menyampaikan suara mereka dan menyerukan perlawanan terhadap penindasan dan proyek-proyek strategis nasional. Dalam acara tersebut, perwakilan perempuan Papua menyampaikan pengalaman mereka dan kekhawatiran mereka tentang dampak proyek-proyek strategis nasional terhadap kehidupan dan lingkungan mereka. Mereka juga menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah dan korporasi untuk menghentikan proyek-proyek yang merusak lingkungan dan mengancam kehidupan mereka. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat sipil dan komunitas adat, serta oleh beberapa pejabat pemerintah.
Perlawanan Terhadap Militerisasi
Salah satu isu yang paling mendesak bagi perempuan Papua adalah militerisasi di Papua. Mereka khawatir bahwa peningkatan kehadiran militer di Papua hanya akan memperburuk keadaan dan meningkatkan kekerasan terhadap rakyat Papua. Mereka telah menyaksikan bagaimana militer telah melakukan kekerasan dan penindasan terhadap rakyat Papua, terutama terhadap perempuan dan anak-anak. Perempuan Papua menyerukan agar pemerintah menghentikan militerisasi di Papua dan mengambil langkah-langkah untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan di daerah tersebut.
Perlawanan Terhadap Eksploitasi Sumber Daya Alam
Perempuan Papua juga menyerukan perlawanan terhadap eksploitasi sumber daya alam di Papua. Mereka khawatir bahwa proyek-proyek strategis nasional hanya akan memperburuk keadaan dan mengancam kehidupan mereka. Mereka telah menyaksikan bagaimana proyek-proyek pertambangan dan kehutanan telah merusak lingkungan dan mengancam kehidupan mereka. Perempuan Papua menyerukan agar pemerintah menghentikan proyek-proyek yang merusak lingkungan dan mengancam kehidupan mereka, dan mengambil langkah-langkah untuk mempromosikan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan adil.
Kesimpulan
Perlawanan yang diserukan oleh perempuan Papua terhadap penindasan dan proyek-proyek strategis nasional merupakan suara yang penting dan perlu didengar. Mereka telah menyaksikan bagaimana proyek-proyek tersebut telah merusak lingkungan dan mengancam kehidupan mereka, dan mereka khawatir bahwa proyek-proyek tersebut hanya akan memperburuk keadaan. Perempuan Papua menyerukan agar pemerintah menghentikan proyek-proyek yang merusak lingkungan dan mengancam kehidupan mereka, dan mengambil langkah-langkah untuk mempromosikan perdamaian, keamanan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan adil. Suara perempuan Papua perlu didengar dan dihormati, dan pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk memenuhi tuntutan mereka dan mempromosikan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Papua.
Ilustrasi - Redaksi Jumper Media Papua
0 Komentar